Melepas Penat di Villa Park Banjarsari
Solo – Monumen itu kini terlihat begitu gagah melambangkan semangat perjuangan pahlawan kota. Di bawah birunya langit, replika para pejuang dari perunggu itu semakin menambah eksotika Villa Park.
Ya, kawasan Monumen 45 Banjarsari tidak lagi seperti dulu. Kalau anda ingat beberapa waktu lalu, kawasan ini begitu sesak dangan PKL. Sampai-sampai sisi historis kawasan ini menjadi begitu buram lantaran kalah pamor dengan hiruk-pikuk transaksi berbagai jenis barang bekas.
Hal berbeda akan kita rasakan ketika kali pertama hendak memasuki Villa Park. Gerbang dengan pintu besi berwarna hijau tua berpadu dengan hijau dedaunan serasa menantang siapapun. Saat memasuki gerbang, semilir angin akan membelai permukaan kulit dengan menghembuskan hawa kesejukan. Belum lagi kalau duduk di bawah rindangnya pepohonan, kita akan merasakan betapa asrinya suasana taman.
Memang kawasan Monumen 45 Banjarsari kini tak lagi terkesan kumuh seperti waktu lalu. Setelah dikembalikan fungsinya sebagai ruang publik, kawasan ini terlihat begitu bersih dan asri.
Villa Park pun sangat ideal untuk mengenalkan semangat dan nilai-nilai perjuangan para pahlawan bagi putra-putri kita. Pada badan monumen terdapat relief yang menggambarkan suasana perjuangan pada masa penjajahan. Monumen setinggi sekitar sepuluh meter itu dihiasi lima buah patung pejuang, tiga di sisi barat dan dua di sisi Timur. Di puncak monumen bertengger lambang negara yang semakin mempertegas semangat patriotisme.
Untuk memberi suasana santai bagi pengunjung, di dalam taman disediakan shelter yang cukup nyaman. Pengelola rupanya juga tidak meninggalkan segmen anak, terbukti di dalam taman terdapat ayunan sebagai media bermain. Bahkan di Villa Park sering digelar event bagi anak oleh sekolah-sekolah, khususnya TK dan SD dalam rangka pembelajaran.
Mengenai keamanan, kita tidak perlu risau karena di Selatan pintu masuk terdapat pos Linmas Kelurahan Setabelan. Di dalam tamanpun disiagakan tiga orang hansip yang selalu berpatroli melakukan pengawasan.
Nugroho (35), hansip pengawas Villa Park, kepada Timlo.net mengatakan, kawasan monumen relatif aman karena selalu dilakukan penjagaan intensif. Tejo (60) yang juga berprofesi sebagai hansip pengawas Villa Park menambahkan, “Pengawasan taman dilakukan berdasarkan shift pagi, sore dan malam.”
Kiranya Villa Park dapat menjadi alternatif bagi kita untuk sejenak melepas penat sembari merasakan nuansa perjuangan waktu lalu.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Penambang Pasir Merapi Alami Pacekl...
- RSI Klaten Jadi Rumah Sakit Percont...
- Juni, Jatah Raskin di Klaten Naik 2...
- Eddy Wirabhumi : Pemerintah Jangan ...
- Ikut Pembinaan, Guru Wajib Setor Rp...
- Ganti Rugi Lahan Tol Harus Diatas H...
- Talud Ambrol, Truk Muatan Urug Terp...
- DPRD Optimis Pemkot Selesaikan Cata...
- Petugas Minim, Si Moleks Batal Unju...
- Pesan Ibunda untuk Hidayat Nur Wahi...
- Pak Pos Bakal Ganti Tunggangan, Lho...
- Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal ...
- Solo Utara Mulai Mengundang Investa...
- Kerabat Keraton Solo Kumpulkan Abdi...
- Pencari Kerja Tergiur “APBD”
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Batal Konser, Lady Gaga Jalan-jalan...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan...
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Gedung Bertingkat 28 Segera Berdiri...
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja...
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Petinggi Universitas Ditahan
- Car Free Day kok Sepi?


Jokowi Ingin Kerabat Keraton Akur
Isi Maklumat Rekonsiliasi Dua Raja ...
Hangabehi – Tedjowulan Kumpulkan ...
Kerabat Keraton Tolak Tedjowulan Ha...
Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
Ayo semangat!