Serambi Masjid Agung Mulai Diperbaiki

Minggu, 18 Juli 2010 | 12:50 WIB
Dok. Timlo.Net/Aryo
Masjid Agung Surakarta.

Solo - Memasuki masa pembangunan serambi Masjid Agung yang terletak di kompleks keraton Kasunanan Surakarta, sejumlah pekerja mulai melakukan pengelupasan cat di seputar bangunan. Genteng atap juga sudah mulai diturunkan. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memastikan meski pembangunan berlanjut, namun hal itu tak akan mengganggu kegiatan ibadah di lokasi tersebut. Kepala Bidang Cipta Karya DPU Endah Sita Resmi mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pertemuan tahalp awal atau Pre Construction Meeting (PCM).

“Kemarin ada pertemuan PCM terkait pembanguan. Itu masih tahap awal yaitu pengelupasan cat. Kami memang harus hati – hati dalam proses restorasi ini, karena Masjid Agung itu termasuk cagar budaya, “ papar Sita, Jumat (16/7) lalu.

Dari proses pengelupasan itu nanti akan diketahui warna cat aslinya. Dia juga harus meneliti material asli yang dipakai dalam konstruksi awal. Sita mengatakan, pihaknya berusaha mengembalikan kondisi masjid semirip mungkin dengan aslinya. “Mungkin tidak bisa sama persis, tetapi kami harus usahakan dulu. Misalnya pada cat konstruksi, ternyata ada lapisan prada emas di beberapa sisinya. Itu tentu ada perhatian khusus,“ jelasnya.

Perbaikan Masjid Agung menggunakan APBD Rp 1 miliar dan ditarget selesai akhir tahun. Proyek tersebut fokus di serambi itu meliputi tiang, atap dan talang. Dia menambahkan, "Agar tak salah langkah pihaknya juga menggandeng para ahli dan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3)."

Kepala DPU Agus Djoko Witiarso juga mengatakan, dalam proses pengerjaan itu diharapkan tidak mengganggu kegiatan di tempat ibadah tersebut. “Kemungkinan memang saat bulan Ramadhan dan libur Lebaran pembangunan masih berlangsung, tetapi nanti diusahakan agar tidak ada gangguan ibadah,” kata dia.

Agus juga mengatakan, pengerjaan Masjid Agung itu membutuhkan perlakuan khusus. Karenanya dalam pengerjaanya seharusnya tidak ada batasan waktu maupun anggaran. “Jadi ya tahun ini diselesaikan sesuai serapan anggarannya saja. Tahun berikutnya diajukan lagi. Karena kalau dikejar–kejar waktu kami khawatir justru berdampak pada kesempurnaan pengerjaan,“ ungkap dia.

Dia mengakui anggaran Rp 1 miliar itu hanya awal. Namun pihaknya sudah memperhitungkan pengajuan anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk mengindentifikasi kerusakan total di lokasi itu. “Sebenarnya memang masih butuh banyak perbaikan, tetapi nanti kami inventaris dulu kerusakannya. Itu agar memudahkan perencanaan selanjutnya.”
 

Dilaporkan oleh Aryo/Timlo.net

Foto Terkait

Berita ini telah dibaca 239 kali
Dikirim melalui Timlo.Net - Portal Informasi Solo  
       

Berita Terkait

Komentar Anda

Belum ada komentar

Tulis Komentar