Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
Perlu Adanya Management Wisata yang Baik
Solo - Sektor pariwisata di Indonesia merupakan penyumbang terbesar dalam devisa. Namun jika tidak dikelola dengan baik maka peluang untuk mendapatkan devisa sebanyak mungkin dari sektor pariwisata akan hilang.
Menurut data Kementriaan Kebudayaan dan Pariwisata, jumlah wisatawan nusantara selama 2008 dan 2009 mengalami kenaikan 117 menjadi 119 juta, dan jumlah wisatawan asing dari 225 menjadi 229 juta. Dengan jumlah pengeluaran wisatawan juga mengalami peningkatan selama 2008-2009, dari Rp 123 triliun menjadi Rp.127 triliun atau meningkat 6,41 %.
Namun jika semua itu tidak dikelola dengan baik, maka potensi mendapatkan pemasukan akan semakin kecil. Direktur Promosi Dalam Negeri Direktorat Jendral Pemasaran Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Fathul Bahri membenarkan, jika pengelolaan pariwisata tidak baik maka potensi mendapatkan devisa pun akan hilang. “Bahkan banyak warga Indonesia yang memilih berlibur keluar negeri dari pada kedalam negeri sendiri“ ungkap Fathul.
Hal tersebut dapat dilihat, pada tahun 2009 saja 3,5 juta orang Indonesia berlibur ke mancanegara. “Biasa mereka berfikir liburan kemanca negara biaya lebih murah dan lebih dekat“ kata Fathul. Sebagai perbandingan saja, perjalanan Indonesia Singapura saja hanya ditempuh dengan 2 jam perjalanan dengan pesawat, bandingkan dengan Jakarta Lombok, yang ditempuh dengan 4 jam perjalanan dengan pesawat. Sehingga perjalanan lebih mahal dan memerlukan waktu yang banyak.
Oleh sebab itulah, Fathul menambahkan, para pelaku dunia wisata perlu membuat promosi-promosi yang menarik agar wisatawan mau berkunjung Indonesia, tidak hanya mancanegara namun wisatawan lokal juga.
Dilaporkan oleh Hendra/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
Belum ada komentar

Tulis Komentar