• Jumat, 18 Mei 2012
Keraton Art Festival II Hari ke -2

Makanan Khas Keraton Diserbu Para Pecinta Kuliner

Bram Dwi Atmanto - Timlo.net
Minggu, 11 Juli 2010 | 01:46 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/Bram
seorang kerabat keraton tengah mempersiapkan kuliner khas Keraton Surakarta Hadiningrat. (10/7)

Solo – Dalam rangkaian event Keraton Art Festival II, juga digelar aneka kuliner khas Keraton Surakarta Hadiningrat. Makanan yang saat ini termasuk langka dijumpai masyarakat ini langsung diserbu oleh para penikmat kuliner yang sudah menantikan aneka khas makanan keraton tersebut.

Dalam gelar kuliner tersebut menyuguhkan berbagai makanan antara lain Ande-ande lumut, Jadah Blondo, Wajik, Salak Gondok, Mentho, Gadon, Menjiran, Jenang Saren, Nogosari, Pisang Linthing, Pes Pohong, Grontol, Manisan Siwalan, Sate Kolang-kaling, Dawet Telasih, Ketan Juruh, Nasi Liwet, dan Rujak Degan.

Untuk bisa mencicipi makanan tersebut para pecinta kuliner harus menukarkan uang mereka dengan uang kertas dengan besaran yang sudah ditentukan untuk membeli makanan khas Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut. Harga yang ditawarkanpun cukup murah kisaran seribu hingga lima ribu.

Kurang dari lima belas menit stan tersebut dibuka, puluhan orang yang mengunjungi Keraton Art Festival II langsung menyerbu makanan yang disajikan. Seorang pecinta kuliner bernama Andri (32) yang ditemui Timlo.net mengaku sudah menghabiskan uangnya sebesar 50 ribu rupiah untuk mencicipi segala makanan khas keraton tersebut. “Dahulu makanan ini adalah makanan para raja-raja di Surakarta, sekali-kali ingin mencicipi seperti apa makanan para raja tersebut”, ujarnya sambil menikmati sebungkus Gadon.

         

Berita Terkait

Komentar

  1. Antan Marlindo

    koreksi buat mas Andri … makan diatas bukan khusus makanan untuk para raja, makanan tsb adalah jajanan anak-anak di jaman dulu ( jaman saya SD – SMA ) masih gampang di jumpai .. tapi stlh makanan khas dunia barat masuk dalam negri ….. anak-anak jadi gengsi jajan makanan tersebut, shg para penjualnya punah ( he he he, maksudnya gak mau jualan lagi ), selamat kepada Kraton Surakarta yang tlh sudi menghidupkan kembali makanan khas Solo, semoga warga solo tdk teracuni dg makanan dunia barat ..

  2. mbah darmo

    Setuju dengan komentar mas Antan, sebenarnya makanan tersebut masih dapat dijumpai hanya tidak sesering yang kita lihat seperti burger, kebab, pizza dan makanan sejenisnya……

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan mettafm