Makanan Khas Keraton Diserbu Para Pecinta Kuliner
Solo – Dalam rangkaian event Keraton Art Festival II, juga digelar aneka kuliner khas Keraton Surakarta Hadiningrat. Makanan yang saat ini termasuk langka dijumpai masyarakat ini langsung diserbu oleh para penikmat kuliner yang sudah menantikan aneka khas makanan keraton tersebut.
Dalam gelar kuliner tersebut menyuguhkan berbagai makanan antara lain Ande-ande lumut, Jadah Blondo, Wajik, Salak Gondok, Mentho, Gadon, Menjiran, Jenang Saren, Nogosari, Pisang Linthing, Pes Pohong, Grontol, Manisan Siwalan, Sate Kolang-kaling, Dawet Telasih, Ketan Juruh, Nasi Liwet, dan Rujak Degan.
Untuk bisa mencicipi makanan tersebut para pecinta kuliner harus menukarkan uang mereka dengan uang kertas dengan besaran yang sudah ditentukan untuk membeli makanan khas Keraton Surakarta Hadiningrat tersebut. Harga yang ditawarkanpun cukup murah kisaran seribu hingga lima ribu.
Kurang dari lima belas menit stan tersebut dibuka, puluhan orang yang mengunjungi Keraton Art Festival II langsung menyerbu makanan yang disajikan. Seorang pecinta kuliner bernama Andri (32) yang ditemui Timlo.net mengaku sudah menghabiskan uangnya sebesar 50 ribu rupiah untuk mencicipi segala makanan khas keraton tersebut. “Dahulu makanan ini adalah makanan para raja-raja di Surakarta, sekali-kali ingin mencicipi seperti apa makanan para raja tersebut”, ujarnya sambil menikmati sebungkus Gadon.
Berita Terkait
Komentar
Tinggalkan Balasan
Berita Terkini
- Pelajar Klaten Doa Bersama untuk Ko...
- Persis Waspadai Serangan Balik Pers...
- Amankan Libur Panjang, Polresta Sol...
- Liburan, Lalu Lintas di Klaten Pada...
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu
- Petinggi Universitas Ditahan
- Truk Gandeng Tabrak Dua Motor, 2...
- FPI: Kami Tak Ada Masalah dengan...
- Lanud Adi Soemarmo Jadi Kawah...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Mobil Anggota TNI Nyemplung Jurang...


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...
koreksi buat mas Andri … makan diatas bukan khusus makanan untuk para raja, makanan tsb adalah jajanan anak-anak di jaman dulu ( jaman saya SD – SMA ) masih gampang di jumpai .. tapi stlh makanan khas dunia barat masuk dalam negri ….. anak-anak jadi gengsi jajan makanan tersebut, shg para penjualnya punah ( he he he, maksudnya gak mau jualan lagi ), selamat kepada Kraton Surakarta yang tlh sudi menghidupkan kembali makanan khas Solo, semoga warga solo tdk teracuni dg makanan dunia barat ..
Setuju dengan komentar mas Antan, sebenarnya makanan tersebut masih dapat dijumpai hanya tidak sesering yang kita lihat seperti burger, kebab, pizza dan makanan sejenisnya……